Pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Pasuruan. (DUTA.CO/Abdul Aziz)
PASURUAN | duta.co – Penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Pasuruan kian hari makin mengkhawatirkan. Bahkan belum 24 jam ini, warga positif yang meninggal dunia sudah mencapai 6 orang. Tak hanya itu, sejak pagi hingga siang, disebut ada tiga warga yang meninggal dunia dan kesemuanya telah dimakamkan.
Kota Pasuruan hampir masuk zona hitam dan peringkat ke 3 di Jawa Timur setelah Surabaya dan Gresik, munculkan keresahan dan menghantui warga.”Iya ada peningkatan kasus,” papae Shierly Marlena, juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, saat dihubungi, Selasa (4/8).
Menurut Shierly, penyebaran Covid-19 di Kota Pasuruan begitu cepat, dikarenakan kurang disiplinnya masyarakat terkait protokol kesehatan yakni adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tak patuhi physical distancing yang telah diberlakukan oleh tim Satgas Covid-19.
Selain itu, kata dia, kurang disiplinnya warga memunculkan klaster-klaster baru yang ada, seperti di kelurahan hingga perkantoran dan fasilitas lainnya yang banyak berkerumunnya warga. “Kami berharap pada masyarakan agar hidup bersih dan selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga,” imbuhnya.
Dengan bertambahnya 6 warga yang meninggal dunia, hingga Senin 3 Agustus 2020, total jumlah yang meninggal dunia sebanyak 26 orang. Sedangkan Konfirmasi aktif mencapai 53, suspek aktif 43 orang. Untuk suspek isolasi sebanyak 43 orang dan untuk konfirmasi sembuh 133 orang. (dul)
Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry