Oleh Dr Ahmad Hudri, ST, MAP*

TAHUN 2024 merupakan tahun politik bagi masyarakat Indonesia. Disebut tahun politik karena di tahun 2024 ini ada perhelatan akbar demokrasi elektoral yang disebut dengan pemilihan umum yang populer disebut dengan pemilu. Selain juga ada pemilihan kepala daerah.

Keduanya merupakan ajang kontestasi politik memperebutkan kekuasaan politik. Pemilu dan pilkada dilaksanakan setiap lima tahun dan Idul Fitri yang dijalani oleh masyarakat Indonesia setiap tahun. Yang menjadi istimewa adalah, tahun ini kedua peristiwa besar dan istimewa tersebut terlaksana secara bersamaan. Pemilu yang merupakan pesta demokrasi di negara kita diikuti dengan penuh semangat oleh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam yang dirayakan dengan penuh kebahagiaan dan penuh suka cita. Meskipun nampak berbeda, kedua peristiwa ini sebenarnya memiliki kesamaan yaitu sebagai kemenangan kesadaran.

Pemilu merupakan wujud dari kesadaran masyarakat dalam menjalankan hak demokrasi mereka. Menurut Hasibuan (2012:193) bahwa kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya.

Melalui pemilu masyarakat memiliki yang didasari oleh kesukarelaan untuk menggunakan haknya secara sadar sekaligus memenuhi kewajiban dan tanggungjawabnya untuk melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku dalam pemilu.

Pemilu menjadi ajang bagi rakyat Indonesia untuk memilih wakil-wakil mereka yang akan mewakili suara dan aspirasi mereka di tingkat legislatif dan eksekutif.

Melalui pemilu, rakyat memiliki kekuasaan dan hak untuk memilih orang yang dianggap paling baik dan pantas untuk memimpin negara ini. Ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia memiliki kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi negara ini.

Hal ini dibuktikan dengan perilaku positif dan penuh kesadaran saling menghargai dalam menentukan pilihan politik. Dan ditandai pula dengan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis yang dapat merugikan dan merusak kepentingan masyarakat umum.

Artinya bahwa dinamika pemilu 2024 masih bisa dikatakan terkendali dan kondusif. Adapun sengketa hasil perolehan suara pemilu dilalui dengan saluran yang benar sebagai diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 yaitu melalui Mahkamah Konstitusi.

Di sisi lain, Idul Fitri juga mencerminkan kesadaran umat Islam akan pentingnya hubungan sosial yang harmonis dan toleransi antar sesama. Idul Fitri adalah momentum dimana umat Islam merayakan kemenangan mereka dalam menjalani puasa selama sebulan penuh.

Selama bulan Ramadan, umat Islam menjalani ibadah puasa sebagai bentuk pengendalian diri, penyerahan diri dan kepatuhan atas dasar kesadaran dan keimanan kepada Sang Khaliq. Idul Fitri menjadi momentum untuk bersilaturahmi dan mempererat tali persaudaraan dengan keluarga, tetangga, dan sahabat.

Kaitannya dengan Pemilu, Idul Fitri juga menjadi ajang untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang mungkin terputus selama ini. Setelah melalui proses pemilu yang kadangkala memunculkan gesekan antar pendukung kontestan yang menimbulkan situasi panas dan menyita perhatian, Idul Fitri menjadi kesempatan untuk kembali bersatu dan saling mendukung untuk kepentingan yang lebih besar sebagai satu bangsa yang besar, yaitu mewujudkan kemajuan pembangunan demi masa depan bangsa dan negara.

Tradisi Anjang sana dengan saling berkunjung yang menjadi ciri di setiap momentum Idul Fitri menjadi tradisi yang berangkat dari kesadaran untuk selalu mengikatkan diri dalam jalinan persaudaraan. Dan inilah yang menjadi kekuatan untuk selalu berpegang pada komitmen persatuan bangsa.

Perayaan Idul Fitri juga mencerminkan kesadaran umat Islam akan pentingnya persatuan dan kohesi sosial. Dengan bersatu dalam keramaian Idul Fitri, umat Islam menunjukkan bahwa mereka memiliki kesadaran akan pentingnya membangun harmoni dan toleransi antar sesama.

Hal ini sangat relevan dengan semangat Pemilu yang menuntut kita untuk menyatukan keberagaman dan perbedaan demi kepentingan bersama.

Momentum Pemilu boleh disebut merupakan kemenangan kesadaran pertama oleh karena bangsa Indonesia telah sukses menyelenggarakan Pemilu serentak di tahun 2024 ini dengan memilih presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif yang akan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan kemenangan berikutnya adalah karena telah berhasil menyelesaikan sebuah proses pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT melalui ritualitas Ramadhan yang berpuncak pada Idul Fitri.

Sebagai kesimpulan, Pemilu dan Idul Fitri dapat dimaknai sebagai dua peristiwa besar yang menunjukkan kemenangan kesadaran masyarakat Indonesia. Melalui Pemilu, rakyat Indonesia menyadari pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Sedangkan melalui Idul Fitri, umat Islam menyadari pentingnya hubungan sosial, toleransi, dan persatuan dalam membangun negeri ini. Sebagai bangsa yang besar dan beragam, Pemilu dan Idul Fitri adalah momen penting yang meneguhkan kesadaran kita akan pentingnya bersatu dan saling mendukung demi masa depan bangsa dan negara yang lebih baik dan berkemajuan.

* Ketua KPU Kota Probolinggo, Jawa Timur (Periode 2014-2019 dan 2019-2024)
* Pemerhati Masalah Sosial dan Politik
* Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo Masa Khidmat 2012-2017

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry