SURABAYA | duta.co – Pemuda Katolik Surabaya menyerukan agar pemerintah RI kembali berpihak pada rakyat. Mereka menilai, kondisi bangsa saat ini memprihatinkan. Salah satunya banyak manuver elit yang tidak mengedepankan semangat reformasi serta etika moral namun, penuh nafsu berkuasa.

“Pemerintah kembali kepada akar yaitu rakyat dan tidak lagi berpihak kepada kepentingan pribadi, golongan maupun keluarga,” kata Ketua Pemuda Katolik Surabaya, Albert Kurniawan, lewat pernyataan sikapnya, Senin (12/2/2024).

Pemuda Katolik Surabaya juga melihat hal yang paling mendasar dari segala masalah ini adalah tidak lagi digunakannya etika moral serta sudah ditinggalkannya akar kekuatan Bangsa yaitu Rakyat. Ini yang akhirnya menyebabkan kehancuran demokrasi dan semangat reformasi yang sudah dijaga bertahun-tahun.

“Kami Pemuda Katolik Surabaya, menilai bahwa gelombang kekuatan rakyat yang berkesadaran ini menjadi bukti nyata adanya bentuk ketidakbenaran dan pengkhianatan terhadap konstitusi dan hukum serta dilupakannya rakyat serta etika moral yang merupakan akar kekuatan bangsa ini,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya ada 6 tuntutan. Diantaranya, meminta pemerintah tegak lurus terhadap konstitusi dan akan melawan segala bentuk pelecehan konstitusi yang mencederai demokrasi, dan hukum.

Mereka juga menuntut proses demokrasi yang menjunjung tinggi etika moral dan mengecam segala bentuk pelanggaran etik selama pemilu 2024.

Pemuda Katolik Surabaya juga menuntut Pejabat Publik, ASN, TNI, Polri untuk bersikap netral dan independen dalam proses pemilu yang jujur dan berkeadilan

Berikutnya mereka juga meminta Penyelenggara Pemilu serta Pengawas Pemilu untuk terlibat aktif dalam mengawasi serta menindak tegas aksi-aksi inkonstitusional, dengan melakukan pengawasan penuh dalam masa tenang, menindak politik uang, serta pelanggaran lainnya yang dirasa akan mengancam kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zal

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry