Tekan dada untuk mengembalikan henti jantung. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Henti jantung bisa terjadi pada siapapun. Namun dengan teknik yang benar, pasien bisa diselamatkan. Salah satu contoh adalah pesepakbola, Christian Erickson, yang mengalami henti jantung namun bisa diselamatkan karena teknik yang benar.

Dokter dari RSI Surabaya Ahmad Yani, dr Wahida Mumtaza mengatakan CPR atau cardiopulmonary resuscitation atau resusitasi jantung, patu dan otak adalah salah satu prrosedur pertolongan medis yang bertujuan untuk mengembalikan jantung yang terhenti sehingga kemampuan untuk bernafas dan sirkulasi darah menjadi normal kembali.

“Karena iitu masyararakat non tenaga kesehatan harus mengetahui cara CPR yang benar agar pasien bisa tertolong,” katanya.

Untuk itu, ada beberapa cara agar CPR yang dilakukan benar. Pertama adalah kita pastikan keadaan lingkungan dan bahaya dari korban dna penolong. Kedua adalah melakukan cek respon dari korban dengan menepuk bahu atau memanggil. Apabila tidak ada respon kita dapat memanggil pertolongan atau ambulan.

Lalu, sambil menunggu adanya bantuan kita bisa melakukan kompresi dada. Kompresi dada ini dapat dilakukan dengan cara tepat. Yang pertama baringkan korban di permukaan yang datar dan keras. Kemudian yang kedua kita posisikan diri kita atau penolong berlutut di samping dada korban.

Lalu yang ketiga yaitu letakkan salah satu telapak tangan di tengah dad  bagian bawah dada korban lapak tangan lainnya di atas tangan pertama. Lalu  lakukan kompresi data setidaknya sebanyak 100 sampai 120 kali per menit yaitu sekitar 1 sampai 2 tekanan dalam satu detik.

“Pastikan penekanan dia dia memiliki kedalaman 5 sampai 6 cm dan gunakan tubuh bagian atas agar lebih kuat. Kemudian setelah itu pastikan memberikan waktu kepada dada korban untuk mengembang secara sempurna agar aliran darah ke berbagai organ tidak berkurang. Kompresi data ini dapat dihentikan setelah pertolongan datang,” tadasnya. *

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry