Keterangan foto youtube

JAKARTA | duta.co – Ada pemandangan aneh di Depan Gedung DPR RI, Senin (12/2/24) sore. Dua kelompok massa, dengan membawa topik yang berbeda bertemu satu lokasi. Bahkan mereka berdemonstrasi dengan saling berhadapan. Sama-sama membawa mobil komando. Mereka hanya dibatasi barisan polisi muda yang berjaga.

Dari pantuan, pihak pertama adalah kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Pemakzulan (GAP) Jokowi. Mereka terdiri emak-emak dan orang-orang tua yang mengaku sebagai aktivis dari Petisi 100. Tetapi, sebelum mereka datang, sudah ada kelompok Pro Jokowi yang menentang segala bentuk pemakzulan, alias makar.

Terbentang sejumlah spanduk protes yang betuliskan “Joko Widodo Raja Nepotisme & Dinasti” hingga “Lengserkan Jokowi Perusak Demokrasi”. Spanduk itu dicetak rapi. Bahkan tampak bisa memutar segala. Mereka menuntut 3 hal, pertama, agar DPR RI segera memulai proses pemakzulan Presiden Jokowi.

Kedua, menuntut Jokowi mundur dan meminta aparat mengusut tindak pidana kepada Jokowi perihal korupsi, nepotisme, dan penyebaran berita bohong.  Ketiga, meminta masyarakat untuk ikut andil dalam upaya pemakzulan ini. “Ayo turun semua,” demikian kalimat yang terdengar.

Sementara pihak yang lainnya adalah kelompok yang mendukung pemerintah yang mengatasnamakan Rakyat Indonesia Timur (RIT). Pada sisi mereka terdapat spanduk membentang yang bertuliskan “Dukung TNI Polri, Tangkap Provokator yang Meresahkan Masyarakat” dan “Lawan Kelompok Makar, Stop Bangun Isu Makar”.

Mereka berusaha melawan orasi yang disampaikan GAP. “Makzulkan Jokowi itu sudah tidak mungkin. Sudah tidak ada waktu,” ujar orator di mobil komando pendukung Jokowi. Akibat perbedaan aspirasi yang mereka perjuangkan, ketegangan terjadi, keduanya saling bersahutan dari masing-masing mobil komando.

Lemparan botol-botol air mineral sesekali melayang dari sisi pendukung Jokowi ke mereka yang menolaknya karena tidak diberikan kesempatan untuk berbicara. “Kita bukan sedang berdialog, kami tidak perlu menanggapi orasi kalian,” ujar orator kelompok pemakzulan Jokowi sebagaimana terunggah kumparan.com.

Pelan-pelan mereka bergeser. Sebagian berjanji untuk turun lagi. Bahkan bisa lebih besar. Ada yang bertekad besok turun lagi. “Ini tanda-tanda buruk untuk negeri kita, Indonesia,” komenhtar warganet. (net)

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry