Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto memberikan santunan anak yatim
DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kembali menggelar Safari Ramadhan. Setelah sukses digelar di Lamongan, kali ini Safari Ramadan di gelar di Jember, Rabu (27/3/2024).

Sejumlah perwakilan Muspida Jember dan Ketua Kadin Kabupaten Kota sekitar Jember beserta jajaran pengurusnya juga turut hadir dalam kesempatan tersebut, diantaranya adalah Kadin Kabupaten Bondowoso, Kadin Kabupaten Situbondo, Kadin Kabupaten Lumajang, Kadin Kabupaten Probolinggo dan Kadin Kabupaten Banyuwangi.

Safari Ramadan juga menjadi wadah Kadin Jatim dan Kadin Kabupaten kota untuk melakukan silaturahmi dan berbagi kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Hal ini dilakukan agar kehadiran Kadin bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang kurang beruntung. Kali ini, ada 50 anak yatim dan 50 dhuafa yang mendapat santunan dari Kadin Jatim dan Kadin Kabupaten Jember.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengungkapkan bahwa Ramadh
an menjadi bulan untuk berbagi dan berkoordinasi, mempererat hubungan antara Kadin Jatim dengan Kadin Kabupaten Kota di seluruh Jatim.

“Semangat pengusaha harus terus dipompa agar ekonomi Jatim terus bergerak naik. Apalagi saat ini kondisi ekonomi global sedang dalam fase tidak baik-baik saja, banyak faktor yang menyebabkan ekonomi dunia mengalami perlambatan yang pastinya akan berdampak juga pada pergerakan ekonomi dalam negeri,” tegas Adik Dwi Putranto saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2024).

Untuk itu, Adik berpesan agar pelaku usaha serius menggarap pasar dalam negeri, mengingat permintaan pasar global mengalami penurunan. Ketidak pastian geopolitik, perubahan nilai mata uang dan fluktuasi harga komoditas pangan menjadi salah satu pemicu melemahnya pergerakan ekonomi dunia.

“Hal yang harus dilakukan agar neraca perdagangan kita tetap stabil dan tidak devisit adalah dengan meningkatkan perdagangan antar provinsi, karena pasar dalam negeri ini sebenarnya sangat besar dan masih bisa terus dikembangkan,” ujar Adik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Jember Abdul Kholik mengungkapkan pihaknya akan berupaya memetakan komoditas andalan Jember yang bisa dikerjasamakan dengan provinsi lain.

Menurutnya, Jember sebenarnya memiliki berbagai komoditas andalan, baik di sektor pertanian ataupun perkebunan, diantaranya komoditas beras, tembakau, kopi dan karet. Jember juga menjadi daerah penghasil telor ayam broiler. “Tetapi sejauh ini kami belum menemukan partner luar pulau, kami masih mencari,” tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2022 tercatat luas panen padi di Jember mencapai sekitar 118,49 ribu hektare dengan produksi sebesar 607,37 ribu ton gabah kering giling,.Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksinya mencapai 350,71 ribu ton

Sementara produksi tembakau Kabupaten Jember tahun 2022 mencapai 27,25 ribu ton. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,21% (yoy).

Selain sektor pertanian, lanjut Abdul Kholik, keberadaan kampus atau universitas di Jember turut mendongkrak perekonomian. Ada banyak kampus besar yang ada disana, diantaranya Universitas Negeri Jember (Unej) dan Poltek Jember. “Keberadaan mahasiswa menjadi pemacu pergerakan ekonomi masyarakat di sini,” tandasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga getol melakukan pendampingan UMKM, dengan memberi pelatihan dan akses pasar. Kadin Jember juga menyediakan tenda yang bisa dipinjam UMKM untuk berdagang. “Kami juga senantiasa bersama-sama melakukan pengendalian inflasi di Jember diantaranya dengan mengadakan pasar murah,” pungkasnya. ril/end

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry