MALANG | duta.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menggelar simulasi pemungutan suara. Hal ini menunjukan bahwa KPU Kabupaten Malang telah siap menyelenggarakan Pemilu 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Marhendra Pramudya Mahardika selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Malang. Menurutnya simulasi pemungutan suara ini untuk mengetahui berbagai kemungkinan yang akan terjadi mulai TPS dibuka jam 7 pagi hingga ditutup jam 1 siang. Termasuk simulasi apa saja yang dilakukan oleh pemilih, KPPS dan petugas ketertiban di tempat pemungutan suara.

“Dalam simulasi ini dikenalkan juga hal-hal yang dilarang dalam TPS. Seperti wartawan yang masuk di area pemungutan suara misalnya,” ungkap Dika-sapaan kesehariannya, Rabu (27/12).

Dalam simulasi yang digelar di halaman KPU Kabupaten Malang ini menghadirkan beberapa pemilih dari wilayah Kepanjen yang memiliki hak pilih. Dalam simulasi ini juga diuji coba berbagai kondisi dan situasi. Seperti pemilih yang hadir dalam keadaan sakit, atau dalam kondisi disabilitas.

Dimana dalam TPS disediakan berbagai fasilitas guna menungjang pemilih menggunakan hak pilihnya. Nampak ada alat bantu tunanetra.

“Kesemuanya disimulasikan hari ini,” ucap Dika.

Ia berharrap, paling tidak kondisi tiap TPS harus seperti ini, dimana pintu masuk dapat diakses kursi roda. Tidak ada tangga untuk masuk di lingkungan TPS. Serta steril dari berbagai pihak di luar petugas.

“Termasuk wartawan, dilarang masuk di dalam ruang TPS,” tandasnya.

Disinggung mengenai perhitungan suara yang menyita waktu, Dika menegaskan, hari ini akan mensimulasikan juga Sistem Informasi Rekapitulasi (Sireka). Hal ini sebagai upaya untuk menyingkat waktu rekapitulasi yang biasanya memakan waktu cukup panjang.

Salah satunya dengan menggunakan Scanner untuk menggandakan surat suara. Dengan begitu proses perhitungan yang dilakukan oleh KPPS dapat cepat terselesaikan. Biasanya menggunakan cara konvensional untuk menyalin jumlah suara secara berulang kali. Tentunya hal ini akan beresiko terjadi kesalahan tulis maupun hitung.

Dika juga menyatakan, simulasi ini akan didokumentasikan agar masyarakat luas memahami cara menggunakan hak suara di TPS. Ini juga sebagai info kepada publik, bahwa KPU Kabupaten Malang telah siap menyelenggarakan Pemilu 2024.

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry