KH Anwar Zahid mengakui diminta Gus Ipul menyampaikan salam (Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co – Pertanyaan justru muncul, kenapa harus KH. Anwar Zahid yang dihadirkan H Saifullah Yusuf akrab disapa Gus Ipul, berharap pada sosok kiai dari Bojonegoro ini, mampu merebut suara jamaah Muslimat. Gayanya dititipi salam. Ini kampanye terselubung, mengecoh umat.

“Kediri itu gudangnya kiai. Kalau memang kampanye, kampanye saja. Jangan dakwah digunakan untuk politik, kasihan yang datang,” jelas M Zaini, Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah – Emil Kabupaten Kediri.

Ditemui di Kantor Bawaslu Kabupaten Kediri, Zaini menjelaskan kehadirannya untuk memastikan badan pengawasan ini, telah bekerja sesuai prosedur. “Tadi saya sudah mendapat penjelasan langsung dan saya harap Bawaslu untuk bekerja profesional. Menggunakan fungsi edukasi dan pencegahan, perlu dilakukan,” terang Zaini, Rabu (23/5).

Sementara pihak Bawaslu menyatakan sebenarnya telah mendapat laporan atas kehadiran KH. Anwar Zahid dalam Safari Ramadan di Kabupaten Kediri. Dari sejumlah acara pengajian berlangsung tanpa pelanggaran, untuk pengajian di Desa Klampisan Kecamatan Kandangan, kini sedang didalami pihak Bawaslu.

“Informasi kami selama 4 hari dan rangkaian terakhir di wilayah Plosoklaten. Untuk acara di Wilayah Pare dan Puncu berjalan lancar namun untuk di Kandangan, kami belum menerima laporan secara langsung dari Panwascam,” jelas Anik Ekowati, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan langsung memberikan respon dengan memerintahkan anggotanya untuk mengkaji, apakah termasuk kasus pidana atau pelanggaran pemilu. “Kami tunggu kabar dari Bawaslu, setelah mengkaji apakah ini masuk ranah Pidana atau hanya Pelanggaran Pemilu. Bila ada unsur pidana, silahkan dilaporkan ke Gakkumdu,” jelas Kapolres Kediri. (nng)