JOMBANG | duta.co – Warganet Kamis (8/2/24) ramai dengan pernyataan sikap keluarga besar PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Isinya ada empat item. Dan diikuti 30 pengasuh Ribath (lembaga pendidikan Islam) di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Pertama, Keluarga Besar PP Bahrul Ulum mempunyai ‘slogan guyub, rukun sak lawase’, maka dalam Pilpres 2024 sangat menghargai dan menghormati setiap pilihan politik siapapun. Kedua, PP Bahrul Ulum menghargai pilihan politik pengasuh, pengawas, pengurus yayasan, dewan guru, walisantri, alumni dan masyarakat umum dalam menentukan dukungan pada partai politik dan pasangan Capres Cawapres.

Ketiga, PP Bahrul Ulum secara kelembagaan bersikap NETRAL (huruf besar). Adapun jika ada bentuk dukungan dari keluarga (dzurriyah) pada paslon, maka, itu adalah bersifat personal dan individu. Keempat, PP Bahrul Ulum mendoakan semoga hajat Pemilu, Pilpres dan Pileg 2024 berjalan damai, kondusif dan menghasilkan pemimpin yang membawa Indonesia ke depan lebih baik sebagai negara baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

Pernyataan sikap itu tertanggal 8 Februari 2024.

Gus Yusuf (nomor dua dari kiri)

Ketua Umum HISNU (Himpunan Santri Nusantara) Yusuf Hidayat. Memberikan apresiasi kepada 30 pengasuh pesantren (ribath) di bawah naungan PP Bahrul Ulum. “Ini pernyataan sikap yang bagus. Lembaga pendidikan memang sebaiknya stiril dari politik praktis. Di samping itu, pencatutan nama PP Bahrul Ulum selama ini, memang cukup masif, sehingga diperlukan pernyataan tersebut,” tegas Gus Yusuf panggilan akrabnya.

Menurut Gus Yusuf, kini ada semacam arus balik. Kalau selama ini pesantren-pesantren besar selalu diklaim mendukung salah satu paslon, maka, hari ini semuanya menjadi jelas.

“Dengan demikian rakyat, terutama santri bebas menentukan pilihan. Karena pesantren mereka hakikatnya netral. Terima kasih! Ini menjadi pembelajaran yang bagus,” tegas alumni PP Tebuireng yang memilih pasangan Ganjar-Mahfud tersebut.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib menyatakan bahwa, sebagai lembaga pendidikan pesantren, Bahrul Ulum netral dan tidak ikut dukung mendukung pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Hal tersebut disampaikan Gus Hasib usai menerima kunjungan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar di kediamannya di Pondok Pesantren Terpadu Hasbullah, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (10/09). “Tambakberas netral, sebagai lembaga pendidikan,” ujar Gus Hasib.

“Kalau soal masuk diIstana, capres-cawapres dan sebagainya, itu saya pikir tidak harus NU. Tapi yang jelas, kalau bisa orang NU. Kalau umpamanya mewakili dari PBNU, resmi, formal, ‘ndak’ ada. Sebab NU sendiri kan Khittah. Artinya masih tetap berpegang bahwa sebagai jamiyah untuk Ormas. Dan sekaligus organisasi keagamaan,” katanya. (mky)

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry