Surabaya | duta.co – Peran lighting dalam pemotretan sangat utama dan fundamental dari fotografi. Hasil foto bagus tak cukup menarik tanpa teknik lighting dalam memotret, khususnya fotografi produk dan fashion.

Karena alasan itu, Photography Educator, Moch Rizky membagikan teknik lighting dalam memotret Wokrshop Product and Fashion Photography Lighting for E-Commerce Catalogeu di Ubaya,  Kamis (25/5).

Photography produk dan fashion setahun terakhir banyak peminat. Lebih lagi, masa pandemi. Tak sedikit peran fotografer produk dan fashion membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan dagangan mereka.

Menurut pria yang akrab disapa Mochtret ini, setahun terakhir banyak orang mencari ilmu tentang pengambilan gambar untuk produk dan fashion. Salah satu alasanya, karena kecanggihan teknologi yang terus berkembang.

“(Seiring perubahan media perbelanjaan) banyak orang mulai berjualan di marketplace yang membutuhkan foto. Akhirnya produk difoto secara proper dengan baik,” ujar dia usai mengisi

Menurut Mochtret, ilmu paling dasar yang harus dikuasi pemula adalah penggunaan lighting keras dan lembut. Kedua jenis lighting ini hasilnya bisa terlihat di wajah model atau produk yang difoto.

“Bagaimana lighting banyak atau sedikit. Terlalu terang atau gelap. Karakater lighting atau intensitas lighting. Dari sini fotografer bisa peka terhadap cahaya yang dia gunakan saat pemotretan,” ternagnya.

Untuk lighting yang digunakan pemula, dia menambahkan, jika memotret orang, maka lighting  proper yang besar. Namun,  jika untuk foto produk,  penggunaan lampu meja belajar, atau lampu LED saja sudah cukup.

Peran lighting dalam pemotretan,  sangat utama dan fundamental dari kamera. Sebab, ada karakter lighting, dan sumber cahaya.

“UMKM lokal boleh cari substansi lighting murah. Tapi jika produk  ingin dijual nasional harus lighting yang proper sesuai budget. Dengan menggunakan lighting atau studio (pemotretan) bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun,” tambah dia.

Diakui Mochtret,  dalam workshop kali ini peminat peserta sangat luar biasa. Dari 150 kuota yang disediakan panitia, jumlah pendaftar justru melebihi kuota.

“Akhirnya kita nolak lebih dr 50 peserta. Karena untuk menjaga kualitas even,”  pungkas dia.

Salah satu peserta, Evelyn Patricia mahasiswa semester 4 Desain Fasion dan Produk Life Style Ubaya mengaku tertarik dengan fotography produk dan fashion. Lebih lagi,  ia bergelut dengan dunia fashion, yang tentu saja akan dibutuhkan dimasa mendatang.

“Karena saya dari jurusan fashion otomatis teknik lighting ini saya butuhkan, bagaimana mengambil atau menghasilkan foto yang bagus.  Harus paham lighting, pengambilan produk yang menarik pelanggan,” ungkap Evelyn. rid

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry