Dua santri Gontor tampak memegang thermo gun. Duta/Tangkap Layar Gontor TV

PONOROGO | duta.co – Seperti diprediksi sebelumnya, pasien Covid-19 di Ponorogo terus meledak. Dari 6 klaster  Surabaya, Temboro, Ronowijayan, Panjeng, dan TPIH Sukolilo,  ada 114 orang yang terkonfirmasi positif. Namun kabar baiknya yang sudah sembuh sebanyak 51 orang. Kamis (16/7/2020) sore, ada tambahan positif 17 orang, 15 di antaranya dari santri Gontor 2.

Cepat tanggap yang dilakukan oleh Gontor patut diacungi jempol. Begitu puluhan santri terpapar Covid-19. Pondok terbesar di Ponorogo langsung berkoordinasi dengan para dokter alumni PMDG, dan bantuan pun berdatangan. Selain itu, untuk mempercepat proses pemeriksaan swab atau PCR maka Gontor akan mendatangkan mesin PCR sendiri.

“Selain memperketat penerapan protokol kesehatan, pihak PP Gontor menyediakan gedung khusus untuk isolasi warga pondok yang terindikasi untuk dilakukan isolasi. Selain itu pihak pondok juga mendatangkan mesin PCR yang rencana operasionalnya akan bekerjasama dengan salah satu RS di Kabupaten Ponorogo. Semoga seluruh upaya tersebut dapat mempercepat penanganan COVID19 di lingkungan PP Gontor,” ujar Bupati Ponorogo dalam rilisnya, Kamis (16/7/2020) sore.

Sementara 15 orang santri yang terkonfirmasi saat ini dalam persiapan untuk evakuasi ke RS Lapangan Indrapura Surabaya ,menyusul 11 kawan mereka, untuk menjalani isolasi. Sedangkan 10 dari 11 santri yang dinyatakan sembuh juga sudah dikembalikan ke Gontor untuk menjalani isolasi di Wisma Darussalam (Wisda). Para santri yang dipulangkan kembali ke Gontor untuk menjalani karantina lebih lanjut selama 14 hari, untuk pemulihan secara total.

Jubir Satgas Covid-19 Gontor, ustadz Dr M Adib Fuadi Nuriz mengatakan, santri yang sudah dinyatakan sembuh disambut dan didampingi secara psikis agar benar-benar sembuh dan pulih.

“Kita akan sambut mereka untuk membangun psikologi mereka paska terpapar covid-19. Semoga pulang semua dalam keadaan sehat. Meskipun begitu, untuk jaga-jaga dan kehati-hatian, untuk sementara waktu, mereka akan kita karantina selama 14 hari di pondok,” kata Ustadz Adib.

Tambahan 2 terkonfirmasi lainnya adalah 1 orang laki-laki (32), alamat Paringan (Jenangan), riwayat sebelumnya bekerja di Surabaya dan pulang ke Ponorogo tanggal 4 Juli 2020 karena mau menikah. Dia secara mandiri melakukan rapid test hasilnya reaktif, dan hasil swab PCR dinyatakan positif. Kemudian serorang perempuan ( 47) dari Bedrug (Pulung), merupakan hasil tracing dari pasien konfirm nomor 65.

“Hikmah yang dapat kita ambil, bahwa begitu cepatnya penularan penyakit COVID19 ini harus diimbangi dengan kecepatan penanganan dan peningkatan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Mari kita tingkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, saling menjaga dan saling mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Bupati

Dari 6 klaster penularan yakni Surabaya 22 orang, Temboro Magetan 13, Ronowijayan 12 orang, PPIH Sukolilo 8 orang dan Panjeng Jenangan sebanyak  4 orang. sna

 

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry