SURABAYA | duta.co – Jika tidak ada aral melintang, in sya Allah, Selasa (18/9/2018) Ustad Abdul Somad (UAS) akan memberikan taushiyah dalam tabligh akbar di SDI Makarimul Akhlaq, Gerdu Laut, Blimbing, Jombang. Masyarakat Jombang antusias menyambutnya.

“Saya berharap Banser Jombang tidak melakukan penolakan, karena mendatangkan UAS itu, tidak mudah. Jadwalnya padat sekali. Masyarakat Jombang juga ingin mendengarkan langsung taushiyahnya,” demikian disampaikan Anas, salah seorang warga NU Jombang kepada duta.co, Minggu (2/9/2018).

Masih menurut Anas, UAS adalah sosok ulama yang dinanti-nanti umat. Dia tidak diragukan keilmuannya. Bahkan bisa disebut sebagai kebanggaan warga NU. “Membaca buku dan mendengar ceramahnya, UAS itu ulama ahlussunnah wal-jamaah. Juga pernah menjadi anggota Lembaga Bahtsul Masail NU di Riau. Lalu apanya yang mau disoal?” tanya Anas.

Ketika disodori keberatan Banser, karena UAS bisa ditunggangi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Anas tidak yakin. “Itu hanya pintarnya HTI mengecoh kita. Lucunya kita mudah terkecoh, lalu turun jalan menolak UAS. Orang lain melihat ini justru tertawa,” tegasnya.

Selain harapan Anas, hari ini, Minggu (2/9) beredar catatan penting dari Koordinator Umum GAMAL (Gerakan Aswaja Malang Raya),  Habib Asadullah bin Alwy Alaydrus. Catatan yang diberi judul ‘UAS BATAL KE MALANG!’ itu beredar di media sosial.

Berikut Catatan itu Diturunkan Secara Utuh:

UAS BATAL KE MALANG!

KH. Ustadz Abdul Somad (UAS) memang fenomenal. Diakui atau tidak, UAS digandrungi jutaan orang di Republik ini. Tentu terdapat juga orang yang tidak menyukai beliau. Walau kalau mau diadu, antara yang suka dan yang tidak suka, seperti membandingkan pasir di pantai dan tepung di dulang.

Tapi, orang-orang yang tidak menyukai UAS termasuk orang-orang yang nekat, mereka berani untuk tidak populer. Mereka berani melawan arus. Mereka berani berontak pada kejujuran. Mereka berani berhadapan dengan nuraninya!

GAMAL – Gerakan Aswaja Malang Raya, adalah satu di antara komunitas ummat ini yang menyukai UAS. Sebab beliau bukan sekedar muballigh yang pandai berceramah. Beliau bukan sekedar lihai menyelipkan kejenakaan dalam menyampaikan pesan-pesan agama. Beliau apa adanya. Tapi, lebih dari semua itu, UAS salah satu dari sekian banyak ulama aswaja yang alim dan memahami konstruksi hadits dengan baik.

GAMAL menganggap UAS adalah sosok ulama yang benar-benar dibutuhkan ummat saat ini. Untuk itulah, ketika UAS bertandang tabligh ke Malang, GAMAL menjadi salah satu di antara simpul-simpul utama yang menjadi pendukung dan pelaksana kegiatan beliau.

Hari ini, Ahad 2 September 2018, sedianya UAS akan hadir di Malang Raya. Satu di antara titik kunjungan dan tabligh beliau, adalah di Masjid Agung Jami’ – Malang bersama GAMAL.  Dan GAMAL _fight_ mendukung dan siap mensukseskan kegiatan beliau selama di Malang Raya. Masyarakat  Malang; Arema bergembira menyambut kedatangan beliau.

Tapi, entahlah… Hari-hari menjelang kedatangan UAS ke Malang, memang terjadi beberapa upaya penolakan UAS di tempat lain. Penolakan disertai berbagai tuduhan yang tidak menemukan kebenarannya. Maka kemudian, UAS dan timnya mungkin sudah mulai _jengah_ . Sehingga beliau memutuskan untuk membatalkan semua agenda beliau di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Termasuk juga acara dengan GAMAL, hari ini di Masjid Agung Jami’ – Malang yang tadinya akan kami selenggarakan dengan tema *UKHUWAH ISLAMIYAH DI ATAS SEGALANYA* .

Mendapat kabar tersebut, GAMAL tersentak. GAMAL berusaha meyakinkan UAS bahwa untuk acara di Malang, tidak ada elemen apapun yang menolak kedatangan beliau. Bahkan kita sudah menyiapkan pengamanan untuk beliau yang melibatkan semua elemen dengan tujuan ukhuwah islamiyah; Laskar Gamal, Banser, FPI, Kokam dan Pemuda Pancasila. Undangan kepada kyai, habaib dan tokoh lintas Ormas pun sudah kita sampaikan. Tapi, rupanya UAS bergeming. Maka kita pun tidak berdaya untuk memaksa sikap beliau agar berubah.

Jadi, sudah final UAS batal ke Malang pada 2 September ini. Entah apakah ada kesempatan lagi di Malang bersama beliau!

Maka, dengan ini, GAMAL menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua habaib, kyai dan segenap warga Malang Raya atas batalnya UAS datang ke Malang.

Kita semua kecewa, kita semua sedih. Kita sangat menyayangkan dan bahkan marah pada mereka yang telah mengusik ketenangan UAS berdakwah. Kalau sudah begini, ummat juga yang rugi!

Semoga kedepan, kita semua bisa lebih dewasa mengelola ketidak-sepahaman terhadap isi pidato maupun sikap seorang da’i. Sehingga segala bentuk penghalangan terhadap acara pengajian legal dan tidak menyimpang, bisa diakhiri.

Malang, 2 September 2018
Koordinator Umum GAMAL :
*Habib Asadullah bin Alwy Alaydrus*

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry